• Jilbab TNI dan Perjuangan Tanpa Henti

    by - Oct 29, 2015
    Sarah L. Mantovani, S.H., M.P.I* Bak mendapat angin segar, Wanita TNI (Wan-TNI) diperbolehkan mengenakan jilbab pada saat bertugas oleh mantan Panglima TNI Jenderal Moeldoko. Hal ini ia sampaikan langsung saat memberikan pengarahan untuk seluruh prajurit TNI...
  • Menoesoen Kekoewatan: Perjuangan Umat Islam pada Masa Pergerakan Nasional Indonesia (5)

    by - Oct 21, 2015
    Khatimah Bukan siapa telah jadi apa, tapi siapa telah melakukan apa. Demkianlah diktum yang kiranya cocok untuk menggambarkan dinamika pergerakan Islam di permulaan zaman modern di Hindia Belanda, atau sebuah wilayah yang kini kita sebut sebagai...
  • Menoesoen Kekoewatan: Perjuangan Umat Islam pada Masa Pergerakan Nasional Indonesia (4)

    by - Oct 21, 2015
    Wujud Realisasi Gagasan: Gerakan Perjuangan Umat Islam Boedi Oetomo bukanlah organisasi pertama pergerakan Hindia Belanda yang bersifat nasional. Organisasi ini justru masih bersifat kedaerahan dan komposisi anggotanya masih didominasi oleh elite priyayi. Bahkan kelahirannya pada tahun...
  • Menoesoen Kekoewatan: Perjuangan Umat Islam pada Masa Pergerakan Nasional Indonesia (3)

    by - Oct 21, 2015
    Perkembangan Gagasan Islam Kebanyakan penjelasan sejarah (history explanation) mengenai faktor pertumbuhan kesadaran politik pribumi melawan kolonialisme berkisar pada “munculnya perasaan senasib-sepenanggungan karena dijajah oleh bangsa kulit putih yang dzolim.” Mengenai hal ini, Ahmad Mansur Suryanegara memiliki...
  • Menoesoen Kekoewatan: Perjuangan Umat Islam pada Masa Pergerakan Nasional Indonesia (2)

    by - Oct 21, 2015
    Lanskap Politik Kolonial Sejarawan senior Ahmad Mansur Suryanegara menganalisis adanya perubahan sistem imperialisme yang berpengaruh pada gaya imperialisasi, apa yang ia sebut sebagai, “Keradjaan Protestan Belanda”. Dalam karya monumentalnya ia menulis, “Ulama Indonesia dalam memasuki dekade...
  • Menoesoen Kekoewatan: Perjuangan Umat Islam pada Masa Pergerakan Nasional Indonesia (1)

    by - Oct 21, 2015
    Makalah Oleh: Ahda Abid al-Ghiffari Mukadimah “Roesaklah kemerdekaan orang itoe, bererti djoega roesaknja Iman pada Allah ta’ala, djika mereka itoe ta’ segan menoesoen kekoewatan bersama goena menghindarkan diri dari segala ikatan orang, karena disebabkan pertama: Hidoep...
  • Perkembangan Kalam Sunni (5)

    by - Jul 14, 2015
    Bahrul Ulum, MPI. Keseimpulan Lahirnya perdebatan sengit antara para ulama dan tokoh-toko teologi timbul akibat masuknya nilai-niai filsafat non Islam terutama dari barat (Yunani). Karena akar filsaat dan teologi tersebut berangkat dari mitos tanpa dasar dari...
  • Perkembangan Kalam Sunni (4)

    by - Jul 14, 2015
    Bahrul Ulum, MPI. Pengkritik Kalam Sunni Ulama yang dengan terang-terangan mengkritik kalam Sunni adalah Ibnu Taimiyah (661-728 H/1263-1328 M). Tokoh paling terkemuka dari kalangan mazhab  Hanbali ini mengkritik pedas konsep kasb al-Asy’ari. Ia menilai bahwa dengan...
  • Perkembangan Kalam Sunni (3)

    by - Jul 14, 2015
    Bahrul Ulum, MPI. Para Pembela Kalam Sunni Imam Al Ghazali Setelah periode al-Asy’ari, kalangan mutakalimun berusaha menggabungkan ajaran-ajaran agama dengan pemikiran Yunani, sehingga menjadi bagian penting dari kehidupan intelektual muslim sebagaimana yang terjadi pada perkembangan Kristen...
  • Perkembangan Kalam Sunni (2)

    by - Jul 14, 2015
    Bahrul Ulum, MPI. Perbedaan Asy’ari, Maturidi dan Tahawi Dalam soal penggunaan akal, Asy’ari dikenal tidak begitu bebas. Sebaliknya bagi  Maturidi; nalar akal nampak berperan dalam pembentukan teologis. Yakni satu tingkat dibawah Mu’tazilah. Wajar jika kemudian pengikutnya...