Islam dan Umat Islam Pada Masa Orba Hingga Pasca-Reformasi (8)

oleh Kabul Astuti (Santri Pesma Ilir-Ilir)

Penutup

Sejarah adalah ilmu tentang masa lalu yang tak pernah usang, karena ia memperbaharui dirinya dengan penemuan data baru dan cara melihat suatu peristiwa dari sudut pandang yang baru.[1] Pada awal masa Orde Baru, umat Islam berada dalam posisi termarginalkan. Banyak kebijakan-kebijakan Orde Baru yang tidak mengakomodasi kepentingan umat Islam. Penyebabnya, tidak lain karena golongan inner circle yang dekat dengan Soeharto adalah golongan Cina-Katolik. Akhirnya, banyak gerakan umat Islam pada zaman Orde Baru yang berjalan secara diam-diam, meskipun di sisi lain, kondisi tersebut menyebabkan militansi dan kreatifitas dakwah umat Islam. Kebijakan rezim Orde Baru adalah kebijakan satu wajah, yang memenggal hak-hak bersuara golongan yang berseberangan dengan pemerintah. Pada saat yang sama, catatan mengenai pelanggaran hak-hak sipil, korupsi, dan nepotisme bertaburan. Namun, tidak bisa diabaikan pula bahwa jika dilihat dari segi pembangunan ekonomi dan infrastruktur, pemerintahan Soeharto mencatatkan sejumlah prestasi.

Pada akhir dekade pemerintahan hingga kejatuhan Orde Baru, pengaruh Islam mulai menguat. Kebijakan-kebijakan yang pro Islam banyak dihasilkan pada masa tersebut. Kedekatan Soeharto dengan Islam makin terasa ia menunaikan ibadah haji tahun 1991, yang secara otomatis kemudian mengubah namanya menjadi Haji Muhammad Soeharto. Kemudian, pada tahun 1998, umat Islam yang membuka pintu gerbang reformasi bangsa Indonesia. Secara politik, kekuatan umat Islam makin diperhitungkan. Kondisi umat Islam dalam sejumlah aspek jauh lebih baik dibandingkan pada masa Orde Baru. Meskipun pada saat yang sama, tantangan baik dari dalam maupun dari luar umat Islam juga bermunculan. Penyebaran paham-paham yang merusak akidah umat seperti sekularisme, liberalisme, pluralisme, serta berkembangnya aliran sesat merupakan ekses dari keterbukaan yang dimunculkan pada masa reformasi. Umat Islam masih perlu melanjutkan perjuangan dan mengatasi tantangan-tantangan tersebut.

Sejarah adalah perlu, sepanjang manusia hidup di dunia. Dengan membaca peristiwa-peristiwa sejarah umat Islam pada masa lalu, umat Islam saat ini bisa belajar dan merumuskan strategi yang tepat bagi kejayaan Islam di masa yang akan datang.


Daftar Pustaka

Buku

Abdullah, Taufik (ed.). 1991. Sejarah Umat Islam Indonesia. Jakarta: Majelis Ulama Indonesia.

Adam, Asvi Warman. 2009. Membongkar Manipulasi Sejarah: Kontroversi Pelaku dan Peristiwa. Jakarta: Kompas.

Alatas, Alwi. 2001. Revolusi Jilbab: Kasus Pelarangan Jilbab di SMA Negeri Se-Jabotabek, 1982-1991. Jakarta: Al-I’tisham Cahaya Ummat.

Alatas, Alwi.  Tanpa tahun. “Laporan Hasil Penelitian Kasus Jilbab di Sekolah-Sekolah Negeri di Indonesia tahun 1982-1991”. Edisi yang tidak diterbitkan.

Aritonang, Jan S. 2005. Sejarah Perjumpaan Kristen dan Islam di Indonesia. Jakarta: BPK Gunung Mulia.

Brown, Colin. 2003. A Short History Of Indonesia: The Unlikely Nation? New South Wales: Allen & Unwin.

Daud Rasyid. 2001. Islam dan Reformasi: Telaah Kritis Atas Keruntuhan Rezim-Rezim Diktator dan Keharusan Kembali kepada Syari’ah. Jakarta: Usamah Press.

Daniel Dhakidae. 2003. Cendekiawan dan Kekuasaan Dalam Negara Orde Baru. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Hariyanto, Edhy. 2006. “Peran Politik Militer (ABRI) Orde Baru terhadap Depolitisasi Politik Islam di Indonesia (Studi terhadap Hegemoni Politik Militer Orde Baru terhadap Politik Islam tahun 1967-1990).” Skripsi. Jakarta: UIN Syarif Hidayatullah.

Husaini, Adian. 2000. Gereja-Gereja Dibakar: Membedah Akar Konflik SARA di Indonesia. Jakarta: Dea Press.

Husaini, Adian. 2002. Penyesatan Opini: Sebuah Rekayasa Mengubah Citra. Jakarta: Gema Insani Press.

Husaini, Adian. 2009. Pancasila bukan untuk Menindas Hak Konstitusional Umat Islam. Jakarta: Gema Insani Press.

Ichwan, Moch Nur. 2013. “Towards a Puritanical Moderate Islam: The Majelis Ulama Indonesia and the Politics of Religious Orthodoxy” dalam Martin van Bruinessen (ed.). 2013. Contemporary Developments in Indonesia Islam Explaining the “Conservative Turn”. Singapura: Institute of Southeast Asian Studies.

Kuntowijoyo. 1993. Paradigma Islam: Interpretasi untuk Aksi. Bandung: Mizan.

Latif, Yudi. 2012. Inteligensia Muslim dan Kuasa: Genealogi Inteligensia Muslim Indonesia Abad Ke-20. Jakarta: Yayasan Abad Demokrasi.

Mujiburrahman. 2006. “Feeling Threatened Muslim-Christian Relations in Indonesia’s New Order.” Leiden: Amsterdam University Press.

Natsir, M. 1983. Islam dan Kristen di Indonesia. Jakarta: Media Dakwah.

Natsir, M. 2007. Mencari Modus Vivendi Kerukunan Ummat Beragama di Indonesia. Cetakan kedua. Jakarta: Media Dakwah.

Noer, Deliar. 1983. Islam, Pancasila, dan Asas Tunggal Agama. Jakarta: Yayasan Perkhidmatan.

Poesponegoro, Marwati Djoened dan Nugroho Notosusanto. 1984. Sejarah Nasional Indonesia VI. Jakarta: Balai Pustaka.

Ricklefs, M.C. 2010. Sejarah Indonesia Modern 1200-2008. Jakarta: Serambi.

Sjafril, Akmal. 2012. Buya Hamka: Antara Kelurusan Aqidah dan Pluralisme. Depok: Indie Publishing.

Suryanegara, Ahmad Mansyur. 2012. Api Sejarah 2. Jakarta: Salamadani.

Tanthowi, Pramono U. 2005. Kebangkitan Politik Kaum Santri: Islam dan Demokratisasi di Indonesia, 1990-2000. Jakarta: Pusat Studi Agama dan Peradaban (PSAP).

Thaba, Abdul Aziz. 1996. Islam dan Negara dalam Politik Orde Baru. Jakarta: Gema Insani Press.

Majalah

Majalah Sabili No. 9 Th X 2003

Majalah Suara Hidayatullah Edisi Khusus Milad 2003

Makalah

Makalah Dr. Adian Husaini berjudul “Tantangan Pemikiran Kontemporer: Liberalisasi Islam di Indonesia”

[1] Asvi Warman Adam. Membongkar Manipulasi Sejarah: Kontroversi Pelaku dan Peristiwa. (Jakarta: Kompas, 2009.  Hlm 197

Belum ada komentar

Leave a Reply