Dari Agama Wahyu ke Agama Budaya

Setibanya di Yerusalem, Paulus mendapatkan perlakuan yang sama dengan ketika tinggal beberapa hari di Damsyik. Murid-murid jemaat Tuhan tidak ada yang memercayainya. Untunglah Barnabas, seorang murid Tuhan yang berbaik hati membawa Paulus kepada rasul-rasul dan menjelaskan perihal keadaan Paulus. (hlm. 64)

Setibanya di Yerusalem, Saulus mencoba menggabungkan diri kepada murid-murid, tetapi semuanya takut kepadanya, karena mereka tidak dapat percaya, bahwa ia juga seorang murid. (Kisah Para Rasul 9: 26)

Setelah mengaku menjadi rasul, Paulus sukses melakukan evolusi terhadap ajaran Yesus. Penulis buku “Evolusi Kristen” ini di hlm. 180—181 mencatat setidaknya ada empat “kesuksesan” Paulus. Kesuksesan pertama ditandai dengan keberhasilan Paulus membentuk agama baru, yaitu Kristen. Paulus sempat berdiam diri di Tarsus, tanah kelahirannya, selama 14 tahun karena dimusuhi oleh jemaat dan orang-orang Yahudi di Yerusalem. Setelah masa yang cukup panjang itu, Barnabas mengajaknya ke Antiokhia untuk mengunjungi jemaat di kota ini, mewartakan dan mengajarkan Injil. Di Antiokhia itulah untuk pertama kalinya murid-murid disebut Kristen.

Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya, sambil mengajar banyak orang. Di Antiokhialah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen. (Kisah Para Rasul 11: 26)

Pemberian nama Kristen ini jelas bukan berasal dari Yesus, bukan pula dari murid-murid Yesus (Jemaat Asli) di Yerusalem, tetapi penamaan yang diberikan Paulus kepada jemaatnya di Antiokhia. Dengan demikian, dialah yang pertama kali membentuk jemaat atau umat Kristen.

Michael H. Hart, seorang ilmuwan terkemuka Amerika Serikat, secara lugas mengatakan bahwa Pauluslah yang sesungguhnya pendiri agama Kristen. Paulus dianggap bertanggungjawab atas keseluruhan ajaran teologis Kristen. Pauluslah yang mendirikan jemaat Kristen yang berbeda dengan jemaat awal di Yerusalem. Dia pula yang merumuskan dasar keyakinan Kristen dan yang menulis sebagian besar Kitab Perjanjian Baru. Mudah diduga jika sebagian isi Kitab Perjanjian Baru adalah karangan Paulus, maka secara keseluruhan ajaran Kristen bersumber dari ajaran Paulus dalam kitab tersebut. (hlm. 69—70) Kesuksesan Paulus mendirikan agama baru Kristen sungguh spektakuler karena agama Kristen berpisah dari induknya, yaitu agama Yahudi.

Sukses yang kedua adalah ajaran Kristen yang lepas dari Taurat dan menggantikannya dengan Injil Paulus, selain empat Injil lainnya. Meskipun empat Injil Perjanjian Baru (yaitu Markus, Matius, Lukas dan Yohanes) mempunyai sumber bahan penulisan yang berbeda dari Injil Paulus, tetapi tidak dapat disangkal bahwa secara teologis kesemuanya dalam pengaruh teologi Paulus. Hukum Taurat telah dipakukan di kayu salib.

Sukses yang ketiga adalah keberhasilan Paulus menyebarkan Injilnya di lingkungan orang-orang bukan Yahudi (gentile) sehingga ajaran Kristen dan umatnya benar-benar tercerabut dari akar keyahudiannya. Hal ini dapat ditunjukkan dari pengikut Paulus yang kebanyakan tidak bersunat, tidak mengenal halal haram makanan dan minuman, tidak menghormati Sabat, tidak melaksanakan persembahan seperti persembahan Musa, tidak melaksanakan penyembelihan domba Paskah dan tidak menghormati hukum Taurat Musa. Komunitas Yahudi pengikut ajaran Yesus dalam perkembangannya lenyap digantikan umat baru pengikut Paulus. Pengikut Yesus hampir semuanya lenyap pada saat penumpasan pemberontakan Yahudi oleh Titus tahun 60 M. Saat itulah terjadi penumpasan dan pembantaian kaum Yahudi, hanya sedikit saja yang berhasil menyelamatkan diri, sebagian di antaranya adalah keluarga Yesus.

Sukses yang keempat adalah keberhasilan Paulus memindahkan Gereja Induk (Gereja Purba, Gereja Pusat) dari Yerusalem ke Roma. Perpindahan ini sangat menguntungkan karena Paulus adalah berkewarganegaraan Romawi, juga Roma pada saat itu menjadi pusat peradaban dunia. Pada saat Paus Sylvester bertahta, jemaat di Yerusalem pernah meminta agar pusat Gereja Induk dikembalikan ke Yerusalem, tetapi permintaan itu ditolak mentah-mentah.

Belum ada komentar

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.